| | Comments: (0)

Dinamika Perkembangan: Pertumbuhan, Kematangan, dan Pembelajaran

Perkembangan mental dalam psikologi adalah pengetahuan yang mempelajari pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan perilaku manusia dari awal sampai akhir (mati).

Pelajaran siklus hidup yang luas hanya ada baru-baru ini dimunculkan sebagai pengejaran dari penelitian ilmiah, terutama dalam perbandingan pada penyelidikan dari masa anak-anak dan para remaja, yang mana mereka menjadi pusat perhatian buku-buku ilmiaH. Alasan ketidaklancaran hal ini adalah: Pertama, harapan hidup pada masa lampau relative rendah. Kedua, harapan hidup yang relative rendah itu mengasumsikan bahwa masa dewasa adalah masa-masa yang mudah dipahami daripada pengalaman masa anak-anak. Jadi masa dewasa diamati sebagai produk akhir yang lebih baik sebagai lanjutan dari pengembangan seseorang. Ketiga, masa bayi, anak-anak, dan remaja menyajikan para peneliti dengan nyata dan dengan perubahan yang dapat dilihat ─khususnya : fisik, mental, dan perbadaan personal─ untuk dipelajari.
sumber:http://psikologi.or.id/
| | Comments: (0)

Hubungan Interpersonal

Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content melainkan juga menentukan relationship.

Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.
sumber:http://psikologi.or.id/
| | Comments: (0)

BERPIKIR (THINKING)

Definisi yang paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-pengertian. “Berpikir” mencakup banyak aktivitas mental. Kita berpikir saat memutuskan barang apa yang akan kita beli di toko. Kita berpikir saat melamun sambil menunggu kuliah pengantar psikologi dimulai. Kita berpikir saat mencoba memecahkan ujian yang diberikan di kelas. Kita berpikir saat menulis artikel, menulis makalah, menulis surat, membaca buku, membaca koran, merencanakan liburan, atau mengkhawatirkan suatu persahabatan yang terganggu.

Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Walaupun tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kerja otak, pikiran manusia lebih dari sekedar kerja organ tubuh yang disebut otak. Kegiatan berpikir juga melibatkan seluruh pribadi manusia dan juga melibatkan perasaan dan kehendak manusia. Memikirkan sesuatu berarti mengarahkan diri pada obyek tertentu, menyadari secara aktif dan menghadirkannya dalam pikiran kemudian mempunyai wawasan tentang obyek tersebu
sumber :http://psikologi.or.id/
| | Comments: (0)

Bahasan tentang Persepsi

Menurut De Vito (1997:75), persepsi adalah proses ketika kita menjadi sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indera kita. Gulo (1982:207) mendefinisikan persepsi sebagai proses seseorang menjadi sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang dimilikinya. Rakhmat (1994:51) menyatakan bahwa persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Dan menurut Atkinson, persepsi adalah proses saat kita mengorganisasikan dan menafsirkan pola stimulus dalam lingkungan.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah integrasi sensasi, integrasi dari pengalaman yang ditimbulkan oleh stimulus sederhana. Bila dikaitkan dengan proses sensorik khususnya pada tingkat biologis, proses persepsi adalah proses perseptual, proses yang berkaitan dengan sistem saraf pusat, dimana terjadi pengolahan informasi terhadap stimulus yang terseleksi dengan sadar yang masuk melalui proses sensorik.

Proses pertama dalam persepsi yaitu menerima rangsangan atau stimulus dari berbagai sumber. Kebanyakan stimulus diterima melalui alat/panca indera. Sebelum stimulus terintegrasi menghasilkan persepsi, pada saat pengolahan informasi terdapat seleksi stimulus secara sadar. Berbagai stimulus yang diterima oleh indera tidak semuanya masuk dalam kesadaran. Proses kita memilih stimulus yang akan mendapat perhatian tersebut disebut atensi selektif. Atensi dibedakan atas: (1). fokus dan margin; (2). melihat selektif; (3). mendengar selektif; (4). pemilihan awal dan lambat; (5). menggabungkan ciri.

Atensi yang bersifat fokus adalah atensi terhadap apa yang jelas kita alami atau rasakan. Sedangkan margin adalah stimulus yang terabaikan.

sumber : http://psikologi.or.id/

| | Comments: (0)

minyak ikan mengurangi depresi pasca persalinan

MENGONSUMSI minyak ikan saat hamil ternyata bisa memotong risiko depresi pascapersalinan. Penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3, berlimpah pada minyak ikan melindungi ibu dari baby blues.

Efek kesehatan yang dibangun selama kehamilan dari minyak ikan tampaknya juga menyehatkan mental seorang perempuan beberapa bulan pascapersalinan. Depresi pascakelahiran memengaruhi hingga 13 persen dari ibu baru. Kondisi ini bisa berlangsung lebih dari satu tahun sehingga diperlukan konseling dan pengobatan.

Namun, waspada, terlalu banyak minyak ikan pada kehamilan juga dapat berakibat buruk bagi perkembangan bayi. Karena itulah, para ahli menyarankan agar para ibu menyeimbangkan asupan asam lemak omega-3 dengan makanan lain seperti salmon.

Untuk penelitian ini, sebanyak 26 perempuan diminta meminum kapsul minyak ikan yang mengandung 300 mg dari asam lemak omega-3, lima kali seminggu selama 24 pekan masa kehamilan. Sebanyak 26 ibu lainnya meminum pil plasebo yang mengandung minyak jagung.

Setelah bayi lahir, mereka yang telah meminum minyak ikan memberikan hasil yang lebih baik perihal gejala pascakelahiran. Misalnya, mereka cenderung tidak mengalami kecemasan, sedih, atau rendah diri.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (13/4), Dr Michelle Price Judge dari University of Connecticut berkata, "Konsumsi asam lemak omega 3 selama kehamilan dalam dosis cukup berpotensi mengurangi gejala depresi pascakelahiran."

Meski begitu, ia menekankan alangkah baiknya bila mendapatkan gizi tersebut langsung dari sumbernya yakni ikan. Namun, sayangnya kini banyak kekhawatiran bahwa ikan yang kaya omega-3 juga mengandung polutan yang lebih tinggi seperti merkuri.(MI/BEY)

sumber : www.yahoo.com

| | Comments: (0)

10 CARA CERDAS MENDIDIK ANAK

Sebagai seorang wanita karir yang selalu sibuk dengan rutinitas kerja yang padat. Membuat waktu kita sangat terbatas untuk anak kita. Padahal inginnya kita bisa terus menerus dekat dengan si buah hati. tapi kira-kira bisa ngga ya waktu kita yang terbatas itu menjadi berkualitas ? dan … mungkin ngga ya kita bisa menjadi orantua yang efektif ?

Menurut psikolog selama kita bisa memanfaatkan waktu , orang tua yang sibuk pasti tetap bisa membesarkan anaknya dengan baik. Karena belum tentu juga anak yang orangtuanya mempunyai seratus persen waktu di rumah, bisa memiliki kualitas fisik, jiwa dan psikologis yang lebih baik dibandingkan anak yang orangtuanya banyak waktunya habis di tempat kerja. Karena tumbuh kembang anak tidak bergantung pada lama waktu alias kuantitas orang tua bersama anaknya. Tetapi lebih kepada kualitasnya.

Ibu yang setiap hari di rumah, tapi tidak terlalu care pada tumbuh kembang anaknya, misalnya ibu asyik menonton televisi sendiri, sementara anaknya dibiarkan bermain sendiri tanpa bimbingan darinya. Tidak akan sebanding dengan ibu yang bekerja namun memanfaatkan waktunya yang terbatas secara maksimal untuk mengikuti dan membimbing tumbuh kembang anaknya.

Siapapun pasti ingin bisa menjadi orang tua yang baik. Dan untuk menjadi orang tua memang butuh belajar. Namun sayangnya, sekolah untuk menjadi orang tua belum ada. Bagaimana sebaiknya memanfaatkan waktu menjadi orang tua dengan efektif ? berikut tipsnya.

1. Dekati anak, pahami karakternya

Orangtua yang baik berusaha memahami karakter anaknya. Ada anak yang sejak awal menunjukan karakter pemalu, periang. Introvert, extrovert atau penuh percaya diri. Sebaiknya perlakukan mereka sesuai dengan karakternya, dan jangan memaksakan anak untuk menjalani karakter lain. Atau memaksanya melakukan sesuatu yang dia belum merasa siap.

Misalnya memaksa anak yang pemalu untuk maju ke panggung, sementara dia belum siap. Orang tua dan guru hanya bisa menyiapkan mentalnya, namun yang bertarung mempersiapkan mental itu adalah anak itu sendiri. Daripada ‘berkelahi’ dengan anak di belakang panggung. Lebih baik beri dia waktu untuk mengelola perasaan. Di kesempatan lain, dia mungkin jadi lebih berani. Jika dipaksa, anak bisa terbebani dan stress.

Waktu serta tenaga yang anda berikan pun terbuang percuma. Untuk memahami anak, anda tentu harus dekat dengan mereka. Dan menjadikan diri anda sebagai orang dekat hingga jadi tempat curhat juga perlu trik. Jika anak sedang bermasalah, berikan rasa empati dan perhatian. Tunjukan bahwa anda peduli dan ingin dia kembali ceria. Jika karakter anak anda tertutup jangan paksa dia untuk segera to the point menceritakan masalahnya.

Anak malah semakin bungkam. Dekati sedikit demi sedikit, ajak dia ngobrol dari hati ke hati, dari situ anda bisa masuk ke pokok masalnya. Meski sibuk, jadilah pendengar yang aktif.

Jangan pura-pura mendengarkan padahal tidak dan masih bekerja. Alihkan konsentrasi ke dia atau minta untuk menunda pembicaraan sesaat lagi.

2. POSITIVE PARENTING

Terapkan positive parenting yaitu menghargai setiap perilaku baik anak sebanyak-banyaknya dan usahakan untk menghukumnya sesedikit mungkin. Jika anak melakukan kesalahan, jangan langsung dimarahi. Tapi gali alasan dia melakukannya, serta ajak dia berpikir apakah itu baik atau tidak. Bersikaplah tenang, karena pada dasarnya setiap perilaku anak adalah proses menemukan jatidiri atau identitas dirinya. Dengan cara ini, anak mengerti dan anda bebas stress. Anak usia satu sampai dua tahun adalah usia yang segala perilakunya msaih bersifat eksplorasi. Maka berikanlah kesempatan itu, karena ini sangat bermanfaat untuk perkembangan otaknya.

3. LIBATKAN DAN AJAK DISKUSI

Ingin anak yang pemberani dan punya sifat memimpin ? libatkan dalam diskusi keluarga, dengarkan dan hargai pendapatnya. Lakukan itu sejak dia kecil, agar ingatan itu tertancap di memorinya. Diskusikan banyak hal dengannya mulai dari memilih makanan, baju, berwisata ke mana, sampai sekolahnya sendiri. Hal ini penting untuk membentuk rasa percaya dirinya. Dengan kebiasaan ini, anak juga akan terbiasa dengan penyelesaian masalah secara demokratis. Mulailah melibatkan mereka ke dalam tugas-tugas rumah tangga sehari-hari, tentunya dengan menyesuaikan dengan usianya mereka. Anak biasanya akan merasa senang, jika ia merasa dibutuhkan oleh orang lain dan berguna bagi orang lain.

4. MANFAATKAN SETIAP KESEMPATAN

Jika anda adalah orangtua bekerja, maka pintar-pintarlah mempergunakan kesempatan terbatas untuk berkomunikasi dengan anak anda seefektif mungkin. Sambil bercanda, usahakan mendapatkan pembicaaan yang ‘berisi’. Misalnya, ajaklah anak mengobrol dengan santai tentang berbagai hal ketika anda mengantar dia ke sekolah. Gunakan juga kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai positif ketika anda menemani dia menonton televise. Mengajak diskusi selalu bisa diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang unik danmungkin bikin dia geli. Missal.” Nak, kenapa ya manusia itu kadang-kadang sakit? Apa kuman itu juga bisa sakit ya ?”

5. SEDIAKAN WAKTU KHUSUS

Meluangkan waktu khusus untuk berdua dengan anak merupakan hal yang penting untuk menumbuhkan ikatan batin antara anda dan anak. Manfaatkan kesempatan berdua untuk memahami dan mendekatkan diri dengan anak. Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut mulai dari saat membangunkan atau mengantarkannya tidur, bermain bersama, menonton televisi bersama, pergi bersama ke tempat-tempat menarik, dan banyak lagi. Usahakan setiap hari ada waktu khusus untuk setiap anak. Akan lebih baik jika waktu libur dimanfaatkan untuk bersama keluarga.

6. TEGAKKAN DISIPLIN

Jika anak sedari kecil dibiasakan untuk disiplin, maka dia akan menjadi pribadi yang teratur setelah dewasa. Terapkan mulai dari hal-hal yang kecil. gosok gigi, cuci kaki, merapikan tempat tidur setelah bangun pagi, sangat baik untuk membiasakan hidup mereka lebih teratur setelah dewasa. Terapkan disiplin secara konsisten. Jika anak melalaikannya, tidak ada salahnya anda memberikan sanski. Tak perlu sambil marah-marah, malah bagus jika anda dan anak melakukannya sambil tertawa. Berikan sanksi yang bersifat mendidik, misalnya menyuruhnya untuk mengerjakan tugas rumah dan perlu diingat. Jangan berikan sanksi di beberapa kelalaian pertamanya. Berikan jika anak berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama.

7. BERILAH CONTOH YANG BAIK

Anak adalah peniru ulung, maka berhati-hatilah dalam bertingkah laku dan menjalankan kebiasaan.

Anak usia emas (0-5 Tahun) memiliki daya ingat yang sangat kuat, jadi apapun yang anda lakukan bisa menjadi modalnya dalam berprilaku di saat dewasa.

Dia belajar berprilaku melalui pengamatannya pada perilaku orang tuanya.
Maka berperilakulah yang baik dan hindarkan kata-kata kotor, karena apa yang kita ucapkan dan kita lakukan merupakan modal bagi anak kita dalam berperilaku dan berucap.

8. UNGKAPKAN KASIH SAYANG

Setiap orang tua pasti menyayangi anaknya, begitu pula sebaliknya. Namun tak jarang orang tua menganggap hal itu tak penting.
Padahal, mendapatkan kasih sayang adalah hak setiap anak. Termasuk dalam bentuk verbal. Seperti ‘ mama sayang kamu’. Ini berpengaruh sangat besar kepada anak.

Karena merasa diperhatikan dan disayang. Sehingga anak memiliki kedekatan emosi yang dalam terhadap orangtuanya anak juga memiliki perasaan yang halus, lembut dan penuh kasih sayang terhadap sesama.

Ungkapan kasih sayang dengan ucapan sayang. Belaian pelukan dan ciuman dalam setiap kesempatan.

9. KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Komunikasikan denagn jelas dan lembut. Ketika anda memberikan perintah kepada anak.

Berikan perintah yang spesifik dengan kalimat yang jelas untuk menghindari kebingungannya.

Stop memberikan ceramah, memarahi atau mengomeli anak dengan panjang lebar apalagi dengan teriak-teriak.
Sebaliknya seringlah mengajak mereka berdiskusi. Jangan sekali-kali berbicara dengan keras dan kasar terhadap anak. Kalau anda tak ingin mereka meniru.

10. SAAT MARAH, ANAK JANGAN DIJADIKAN PELAMPIASAN

Perilaku anak kadang membuat orangtua kesal dan jengkel. Apalagi kalau pekerjaan dan kekalutan di kantor di bawa kerumah.

Jika anda mengalami hal ini, jangan sekali-kali menjadikan anak sebagai pelampiasan kekesalan.

Karena marah, anak menjadi objek omelan, luapan emosi atau bahakan sampai membuat kita tak menghiraukan dan memperhatikannya.

Saat marah, control diri memang cenderung lebih rendah tapi jangan sekali-kali melampiaskannya kepada anak. Di depan mereka, tetaplah bersikap seperti biasa.

Sempatkan waktu luang sejenak untuk berpikir dan introspeksi diri. Ambil napas panjang dan coba berpikir untuk mencari solusi terbaik bagi masalah anda.

Satu hal yang penting : orang tua yang efektif juga butuh waktu untuk dirinya sendiri.

sumber : http://pakarbayi.com/cara-mendidik-anak.html

| | Comments: (0)

5 Makanan Diet Wajib Dikonsumsi


SUKSES sebuah diet tak hanya ditunjang dengan kedisiplinan menjaga porsi makan, tapi juga mengatur nutrisi yang Anda asup. Agar diet Anda tetap seimbang dan kondisi tubuh tetap terjaga, masukkan lima asupan ini dalam daftar makanan Anda.

Berikut saran dari Times of India untuk Anda yang ingin memiliki bentuk tubuh sempurna:

Sayuran berdaun

Memilih untuk tidak mengonsumsi sayuran dalam diet Anda hanya akan mengancam kebutuhan gizi Anda. Ingatlah, kebutuhan serat yang baik akan menjaga pencernaan dari ancaman penyakit karena kurangnya makanan yang Anda asup. Makanlah secara teratur sayur bayam, kacang-kacangan, asparagus, selada, dan brokoli yang memiliki kandungan sumber serat lebih, vitamin C dan K, serta asam folat. Ini merupakan pelindung utama pencernaan Anda di mana sayuran memiliki empat nutrisi penting, yakni kalsium, magnesium, zat besi dan kalium.


Biji-bijian

Seluruh butir dari biji-bijian mengandung 96 nutrisi penting yang mengandung serat dan esensial serta vitamin yang baik untuk mendukung diet Anda. Pakar diet Honey Shah mengatakan, “Saya menyarankan klien saya memakan roti gandum, pasta gandum utuh, dan beras merah karena ketiganya memiliki nutrisi tinggi yang penting bagi tubuh dan tidak berkontribusi bagi berat badan Anda. Mulailah hari Anda dengan sereal gandum atau roti gandum panggang.

Kacang-kacangan

Unsur ini sangat penting dalam diet Anda. Taburkan pada salad atau sereal Anda dan campurkan dengan yoghurt. Makanan ini sangat baik karena kaya dengan sumber protein, magnesium, serta vitamin V dan E. Kandungan ini sangat bermanfaat untuk menangkis serangan jantung dan kanker. Kacang-kacangan juga memiliki kalori lemak yang tinggi, tapi lemak jenis ini sangat baik untuk jantung. Karenanya, Anda tak perlu khawatir mengonsumsinya sebagai “snack” malam. Meski demikian, pastikan Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan, misalnya seperempat cangkir atau sekira 15-20 almond, kacang mete, dan kenari untuk asupan sepekan.

Yoghurt

Yoghurt rendah lemak atau polos merupakan sumber vitamin, protein, dan kalsium terbaik. Ia juga memiliki bakteri sehat yang dapat melawan penyakit. Mengonsumsinya sebanyak tiga sampai empat cangkir sepekan sangat baik untuk menunjang diet Anda. Tapi pastikan ketika mengonsumsinya tidak menambahkan gula di dalamnya.

Buah-buahan

Anda mungkin pernah bertanya-tanya mengapa sebagian besar produk diet kaya dengan serat buah di dalamnya? Ini dikarenakan kandungan serat dalam buah sangat membantu Anda untuk mengendalikan berat badan. Selain itu, buah pun memiliki antioksidan di antara makanan lainnya. Antioksidan ini tak hanya membantu menurunkan risiko penyakit Anda, tetapi juga membantu mencegah hilangnya memori. Anda dapat mengonsumsinya semangkuk penuh selama tiga kali sepekan.

(tty)